Misi 1
Ketahanan Air
Masalah: 12 kecamatan langganan krisis air bersih tiap kemarau, terutama Geyer, Toroh, dan Ngaringan.
Solusi: Pipanisasi dari sumber mata air, sumur bor tenaga surya, dan embung desa.
Target: 40 desa tersambung air permanen & 25 embung/sumur bor dalam 3 tahun
Indikator: Rumah tangga bebas beli air tangki naik di atas 70% di wilayah rawan.
Misi 2
Harga Panen Adil
Masalah: Petani kedelai dan gabah kerap menjual saat harga rendah karena kebutuhan mendesak dan minim daya tawar.
Solusi: Harga dasar kedelai lewat kerja sama offtaker, resi gudang gabah, dan kios pupuk tepat waktu.
Target: 3.000+ petani terlindungi dalam 2 tahun
Indikator: Harga beli di tingkat petani tidak jatuh di bawah harga acuan.
Misi 3
Membuka Wilayah Terisolasi
Masalah: Dusun-dusun di Kedungjati dan sebagian Wirosari sulit dijangkau roda empat dan minim sinyal.
Solusi: Rabat jalan dusun, kerja sama menara sinyal desa, ambulans desa.
Target: 60 km jalan dusun tembus & blank spot tertutup dalam 3 tahun
Indikator: Seluruh ibu kota desa terjangkau kendaraan roda empat & sinyal 4G.
Misi 4
Mitigasi Bencana
Masalah: Luapan Kali Tuntang dan Kali Serang merendam Gubug dan Tanggungharjo tiap musim hujan.
Solusi: Tanggul, normalisasi sungai, sistem peringatan dini berbasis WhatsApp, asuransi gagal panen.
Target: Peringatan dini aktif di 19 kecamatan tahun ke-1
Indikator: Waktu evakuasi warga sebelum banjir bertambah lebih dari 6 jam.
Misi 5
Pemerintahan Terbuka
Masalah: Alokasi anggaran infrastruktur antar-kecamatan dirasa tidak merata dan tertutup.
Solusi: Digitalisasi layanan desa dan formula alokasi anggaran berbasis kebutuhan yang terbuka ke publik.
Target: Formula anggaran terbuka sejak tahun ke-1
Indikator: Setiap kecamatan bisa memeriksa dasar perhitungan alokasinya sendiri.