H. Bagas Nurwanto — Pendidikan
- SDN 1 Purwodadi (1993–1999)
- SMPN 1 Purwodadi (1999–2002)
- SMAN 1 Purwodadi (2002–2005)
- S1 Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro (2005–2009)
- S2 Administrasi Publik, Universitas Diponegoro (2015–2017)
Bukan pendatang baru di persoalan warga — inilah perjalanan H. Bagas Nurwanto dan dr. Ratna Puspitasari sebelum memutuskan maju.
Lahir dan besar di Purwodadi dari keluarga petani kedelai, Bagas kecil sudah akrab dengan cemas warga tiap kemarau datang lebih awal dari biasanya. Ayahnya pernah dua kali gagal panen berturut-turut karena sumur ladang mengering — pengalaman yang menurutnya "tidak boleh terus diwariskan ke generasi berikutnya."
Setelah menyelesaikan kuliah, ia memilih pulang dan bekerja dari dalam pemerintahan kabupaten, bukan merantau ke kota besar. Delapan tahun terakhir dihabiskan turun langsung ke desa-desa sebagai birokrat lapangan, sebelum akhirnya memutuskan maju karena merasa banyak keputusan penting masih diambil "dari balik meja, jauh dari sawah."
Ratna tumbuh di Gubug, kecamatan yang hampir tiap musim hujan direndam luapan Kali Tuntang. Ia memilih menjadi dokter karena ingin merawat kampung halamannya sendiri — sebuah pilihan yang jarang diambil lulusan kedokteran yang biasanya menetap di kota.
Bertahun-tahun bertugas di puskesmas kecamatan membuatnya sering menerima pasien yang datang terlambat karena akses jalan buruk atau banjir menutup jalur satu-satunya ke fasilitas kesehatan. Baginya, kesehatan warga tidak bisa dipisahkan dari infrastruktur dan mitigasi bencana — alasan utama ia menerima ajakan maju berpasangan dengan Bagas.
Sebagai bentuk transparansi, laporan kekayaan kedua calon dapat diperiksa publik langsung di situs resmi KPK.
Buka LHKPN di Situs KPK ↗